Penelitian ini mengembangkan kajian matematis linear Break-Even Point (BEP) dalam kerangka analisis Cost–Volume–Profit melalui pendekatan analitis-teoretis. Fokus penelitian terletak pada formulasi hubungan matematis antara fungsi pendapatan, fungsi biaya, dan fungsi laba, serta penelaahan sifat titik impas sebagai batas kritis antara kerugian dan keuntungan. Metode yang digunakan berupa pemodelan aljabar, analisis fungsi linear, dan analisis sensitivitas parameter biaya tanpa menggunakan data empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi laba berbentuk linear dengan gradien contribution margin yang menentukan laju pertumbuhan laba terhadap volume produksi. Titik impas diperoleh sebagai rasio antara biaya tetap dan selisih harga jual terhadap biaya variabel, sehingga merepresentasikan tingkat produksi minimum agar usaha tidak merugi. Analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa kenaikan biaya tetap dan biaya variabel mendorong BEP ke tingkat produksi yang lebih tinggi, sedangkan peningkatan harga jual menurunkannya secara nonlinier. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas struktur biaya dalam menjaga keberlanjutan produksi. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat landasan matematis BEP sebagai alat analisis strategis dalam perencanaan laba, evaluasi risiko biaya, dan pengambilan keputusan produksi yang rasional.
Copyrights © 2026