Klasifikasi arsip merupakan elemen krusial dalam manajemen kearsipan yang menentukan efektivitas temu kembali informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem klasifikasi arsip dan merancang sistem yang adaptif terhadap karakteristik fisik dokumen guna meningkatkan efektivitas temu kembali informasi di lembaga peradilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di unit kearsipan. Data dikumpulkan melalui pengamatan kondisi fisik arsip, sistem pencatatan lokasi simpan, dan prosedur temu kembali arsip, yang selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif Miles et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketebalan fisik dokumen arsip menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi konsistensi penataan arsip. Klasifikasi arsip formal yang tidak mempertimbangkan karakteristik fisik dokumen berpotensi menurunkan konsistensi penataan arsip. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan pergantian staf. Sebagai solusi, dirancang sistem klasifikasi arsip yang mempertimbangkan karakteristik fisik dokumen dengan standarisasi penataan yang diselaraskan antara kondisi fisik dan sistem pencatatan, disertai kode klasifikasi yang sistematis untuk mempermudah proses temu kembali informasi. Penerapan sistem klasifikasi yang dirancang terbukti mampu mempercepat dan mempermudah proses temu kembali informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem klasifikasi arsip yang baik harus mampu mengakomodasi karakteristik fisik dokumen agar penataan tetap konsisten dan temu kembali informasi dapat berjalan secara optimal. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi instansi peradilan maupun lembaga pemerintah lainnya dalam merancang sistem pengelolaan arsip yang adaptif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026