Penelitian ini berangkat dari urgensi kepemimpinan dalam memaksimalkan peran hubungan masyarakat (humas) sebagai sarana strategis untuk membangun citra lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika persaingan dan tuntutan keterbukaan publik. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji gaya kepemimpinan, pelaksanaan kegiatan humas, hubungan di antara keduanya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan humas. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan sumber berupa jurnal ilmiah, buku akademik, serta dokumen terkait yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif memiliki peran signifikan dalam meningkatkan efektivitas kegiatan humas melalui pembangunan visi bersama, motivasi tim, dan inovasi komunikasi publik. Kegiatan humas telah berkembang menjadi fungsi manajemen strategis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi komunikasi berbasis media digital dan pendekatan dua arah. Interaksi antara kepemimpinan dan humas bersifat sinergis dan timbal balik, di mana kepemimpinan yang adaptif memperkuat kinerja humas, sementara humas yang profesional meningkatkan citra dan kepercayaan publik. Faktor penguat meliputi dukungan sumber daya, kebijakan pimpinan, kompetensi SDM, serta keterlibatan stakeholder, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, rendahnya kompetensi, dan pola komunikasi satu arah. Dengan demikian, integrasi kepemimpinan transformasional dan manajemen humas yang strategis menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan legitimasi lembaga pendidikan Islam.
Copyrights © 2026