Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, khususnya komoditas kopi yang berkembang sejak diperkenalkan oleh Belanda di Indonesia. Di Jawa Barat, perkebunan kopi seperti di Manglayang umumnya dikelola secara tradisional dan bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan air. Produktivitas kopi sering menurun akibat tiga faktor utama: pengolahan benih yang tidak terkontrol sehingga rentan jamur, distribusi irigasi yang tidak merata saat musim kemarau, serta gangguan hama dari hewan liar. Solusi yang dapat diterapkan adalah pertanian berbasis Internet of Things dan Artificial Intelligence, seperti sensor kelembaban tanah untuk pembibitan, drone untuk pemetaan irigasi, serta sistem pengenalan hewan untuk pengendalian hama. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi, monitoring, dan produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026