Transportasi laut memiliki peran strategis dalam sistem logistik dan konektivitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Peningkatan aktivitas pelayaran akibat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global turut meningkatkan tekanan terhadap lingkungan laut, terutama dalam bentuk pencemaran dan emisi gas rumah kaca. Dalam konteks Indonesia, permasalahan ini diperparah oleh sistem perencanaan transportasi laut yang belum sepenuhnya mengintegrasikan aspek perlindungan lingkungan ke dalam kebijakan sektor maritim. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan kebijakan pengendalian polusi laut dari sektor transportasi laut di Indonesia serta merumuskan alternatif kebijakan yang rasional dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur berbasis data sekunder dari laporan lembaga internasional, dokumen kebijakan nasional, dan kajian akademik. Analisis dilakukan menggunakan kerangka multi-criteria analysis (MCA) terhadap tiga alternatif kebijakan, yaitu penguatan regulasi lingkungan pelayaran, penerapan instrumen ekonomi, dan reformasi perencanaan transportasi laut berbasis lingkungan. Evaluasi dilakukan berdasarkan efektivitas lingkungan, keberlanjutan jangka panjang, kelayakan institusional, dampak terhadap daya saing sektor maritim, dan konsistensi dengan komitmen nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi perencanaan transportasi laut berbasis lingkungan merupakan alternatif kebijakan yang paling unggul karena bersifat preventif, sistemik, dan berorientasi jangka panjang.
Copyrights © 2026