Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan ukuran perusahaan diukur menggunakan logaritma natural total aset. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 17 perusahaan BUMN dengan total 68 observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dan regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat utang perusahaan, maka kinerja keuangan cenderung menurun. Selanjutnya, ukuran perusahaan terbukti memoderasi pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan dengan arah negatif, yang berarti ukuran perusahaan memperlemah pengaruh negatif struktur modal terhadap kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan berukuran besar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola risiko penggunaan utang dibandingkan perusahaan berukuran kecil.
Copyrights © 2026