Melalui pendekatan analisis jalur (path analysis), penelitian ini mengevaluasi keterkaitan antara kebijakan akuntansi hijau (green accounting) serta transparansi karbon pada valuasi korporasi dengan memosisikan performa finansial sebagai variabel antara (intervening variable). Objek pengamatan difokuskan pada entitas bisnis di sektor energi yang terdaftar di lantai bursa Indonesia (BEI) sepanjang periode tiga tahun (2021–2023). Melalui seleksi yang ketat, diperoleh 49 emiten yang memenuhi kriteria purposive sampling. Operasionalisasi variabel mencakup penggunaan instrumen PROPER untuk akuntansi hijau, indeks pengungkapan emisi untuk transparansi karbon, Return on Assets (ROA) sebagai representasi performa finansial, serta rasio Tobin’s Q untuk merepresentasikan nilai perusahaan. Temuan empiris mengindikasikan bahwa integrasi akuntansi hijau dan pelaporan karbon menjadi pendorong signifikan bagi penguatan kinerja keuangan. Namun, dalam kaitannya dengan valuasi pasar, akselerasi nilai perusahaan hanya dipicu oleh keterbukaan informasi emisi dan capaian profitabilitas, sedangkan praktik akuntansi hijau tidak menunjukkan pengaruh langsung yang berarti. Lebih lanjut, analisis efek mediasi menyimpulkan bahwa kinerja keuangan tidak menjalankan fungsi sebagai jembatan dalam menghubungkan variabel akuntansi hijau maupun transparansi karbon terhadap eskalasi nilai perusahaan.
Copyrights © 2026