Pembangunan jalan tol dalam kota di Bandung dirancang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Meskipun demikian, pendekatan peningkatan kapasitas infrastruktur ini berisiko menimbulkan fenomena induced traffic, yaitu peningkatan volume lalu lintas akibat bertambahnya aksesibilitas dan kemudahan perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dampak induced traffic dari proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR) dengan pendekatan studi kasus berbasis dokumen perencanaan, termasuk RTRW Kota Bandung dan Description of Services BIUTR. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan tol berpotensi menciptakan perjalanan baru serta memperpanjang perjalanan eksisting, yang dalam jangka panjang dapat memunculkan kemacetan baru. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi perencanaan infrastruktur jalan dengan penguatan moda transportasi publik dalam rangka mendukung sistem mobilitas kota yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026