Nyeri pascaoperasi Sectio caesarea merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat proses pemulihan fisik maupun psikologis. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri pada ibu pasca Sectio caesarea yang diberikan intervensi mobilisasi dini dibandingkan dengan distraksi musik tradisional Bali di RSU Semara Ratih tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group. Jumlah sampel sebanyak 42 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS), kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,001. Kelompok yang memperoleh distraksi musik Bali mengalami penurunan intensitas nyeri lebih besar dibandingkan kelompok mobilisasi dini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik Bali lebih efektif dalam menurunkan nyeri pasca Sectio caesarea. Musik tradisional dapat dijadikan terapi pendukung dalam pelayanan keperawatan pascaoperasi untuk meningkatkan kenyamanan, relaksasi, serta kualitas pemulihan pasien secara optimal. Penerapan intervensi musik tradisional juga berpotensi membantu stabilitas emosional ibu, meningkatkan kualitas istirahat, serta mengurangi kecemasan selama masa perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan pelayanan maternitas yang holistik, humanis, dan berbasis budaya lokal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara optimal.
Copyrights © 2026