Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah upah minimum provinsi, pengangguran, dan inflasi berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di Sumatera Utara baik secara parsial maupun simultan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh upah minimum provinsi, pengangguran, dan inflasi terhadap daya beli masyarakat di Sumatera Utara baik secara parsial maupun simultan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan pendekatan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum provinsi (UMP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli masyarakat, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya beli masyarakat, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat, dan secara bersama-sama variabel upah minimum provinsi (UMP), pengangguran, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat. 93,79% daya beli masyarakat (Y) dipengaruhi oleh (X1) upah minimum provinsi, (X2) pengangguran, dan (X3) inflasi serta sisanya sebesar 6,21% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memperhatikan kebijakan penetapan upah minimum serta upaya penurunan tingkat pengangguran agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, stabilitas harga perlu tetap dijaga meskipun inflasi tidak signifikan dalam model ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil ke depan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
Copyrights © 2026