Transformasi digital pada industri telekomunikasi telah meningkatkan kompleksitas operasional perusahaan dan memperbesar eksposur terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis. Perkembangan teknologi digital, peningkatan kebutuhan konektivitas, dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan berbasis internet menuntut perusahaan telekomunikasi untuk memiliki sistem manajemen risiko yang terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional pada PT Telkom Indonesia berdasarkan framework ISO 31000. Tujuan penelitian diarahkan pada identifikasi risiko utama, evaluasi prioritas risiko, dan perumusan strategi mitigasi yang sesuai bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui dokumen sekunder berupa laporan tahunan perusahaan, laporan keberlanjutan, publikasi resmi, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan risiko operasional pada sektor telekomunikasi. Analisis dilakukan menggunakan tahapan ISO 31000 yang meliputi penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama perusahaan meliputi gangguan jaringan, ancaman keamanan siber, kegagalan sistem informasi, kesalahan proses internal, perubahan regulasi, dan risiko reputasi. Strategi mitigasi yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengawasan internal yang berkelanjutan, dan tata kelola perusahaan yang adaptif. Manajemen risiko operasional merupakan fondasi dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan perusahaan telekomunikasi di tengah percepatan transformasi digital.
Copyrights © 2026