Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami masyarakat dan menjadi masalah kesehatan global karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan kerusakan organ secara perlahan apabila tidak dikontrol dengan baik. Pengendalian hipertensi memerlukan pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan pasien adalah tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dan pengobatannya. Pengetahuan yang baik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien untuk menjalani pengobatan secara teratur dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HFQ (Hypertension Fact Questionnaire) untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Jumlah responden sebanyak 85 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada tahun 2025. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,269 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu.
Copyrights © 2026