Akurasi penilaian pembiayaan UMKM pada BSI KCP Lubuk Basung menghadapi beberapa masalah, antara lain: Kurangnya informasi yang akurat tentang kondisi keuangan dan operasional UMKM, sehingga kesulitan dalam menilai kemampuan nasabah untuk mengembalikan pinjaman. Beberapa nasabah UMKM mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai produk pembiayaan syariah dan persyaratan yang diperlukan, sehingga sulit memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh bank. Tingginya tingkat Non-Performing Financing (NPF) pada UMKM menjadi tantangan tersendiri bagi bank syariah. Risiko ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor eksternal seperti kondisi ekonomi yang tidak stabil dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubahjenis penelitian yang digunakan pada penelitian pada penetian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Lokasi penelitian adalah bank syariah indonesia kcp lubuk basung lain yang memberikan pembiayaan kepada umkm. Untuk jenis data yaitu data perimer dan data skunder teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian dan kemudian penarikan kesimpulan hasil penelitian menunjukan bawah Memanfaatkan big data, BSI KCP Lubuk Basung dapat mempercepat proses pengajuan pembiayaan. Data yang dikumpulkan dari berbagai sumber memungkinkan analisis yang lebih cepat dan akurat, sehingga nasabah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan keputusan pembiayaan. Penggunaan big data memungkinkan BSI KCP Lubuk Basung untuk melakukan analisis yang lebih mendalam terhadap profil nasabah dan potensi usaha mereka. Risiko kebocoran data dan pelanggaran keamanan meningkat dengan bertambahnya ukuran data yang disimpan. Mengelola Big Data memerlukan keahlian khusus. Ketersediaan tenaga ahli dengan keahlian ini masih terbatas, sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk menjalankan Big Data
Copyrights © 2026