Keluarga merupakan lingkungan sosial utama dalam membentuk generasi yang mampu berinteraksi dengan baik. Orang tua menjadi tempat pertama bagi anak untuk memperoleh bimbingan. Namun, fenomena saat ini menunjukkan banyak keluarga lebih berfokus pada urusan duniawi, seperti pekerjaan, serta kurang tepat dalam memilih pembimbing bagi anak. Di sisi lain, aspek ukhrawi juga penting untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT. Kisah keluarga Imran dalam Al-Qur’an mengandung ibrah yang dapat dijadikan pedoman dalam membimbing anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prinsip-prinsip bimbingan keluarga dalam kisah Ali Imran serta relevansinya dengan bimbingan keluarga masa kini. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik analisis isi dan analisis semiotik. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan bimbingan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab utama bimbingan anak berada pada orang tua serta individu saleh yang terpercaya, seperti Nabi Zakariya. Perencanaan dan pelaksanaan bimbingan dilakukan sejak sebelum membangun keluarga, termasuk memilih pasangan yang baik, memberikan pendidikan sejak dalam kandungan, serta menanamkan nilai tawakal kepada Allah. Setelah anak lahir, orang tua dianjurkan memberikan nama yang baik, mendoakan anak agar menjadi saleh, dan mempercayakan pendidikan kepada lingkungan serta pembimbing yang saleh. Lingkungan yang baik berperan dalam membentuk nilai kebaikan dan melindungi anak dari pengaruh negatif. Relevansi kisah keluarga Imran dengan kondisi saat ini terlihat pada pentingnya bimbingan keluarga berbasis nilai keagamaan dalam membentuk karakter anak.
Copyrights © 2026