Fenomena ketidaksesuaian data seringkali menjadi penyebab utama penerbitan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK), meskipun Wajib Pajak (WP) telah berusaha melaporkan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh wawasan mendalam tentang analisis efektivitas Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak di KPP Madya Dua Jakarta Barat. Penelitian menggunakan Penelitian kualitatif deskriptif menekankan pada penggambaran yang mendalam tentang fenomena tertentu. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari KPP Madya Dua Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan secara fleksibel, memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan metode sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan Account Representative. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pendekatan efektivitas dan metode komparatif guna mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Pendekatan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan dua atau lebih variabel, entitas, atau fenomena guna mengidentifikasi perbedaan, kesamaan, dan hubungan di antara mereka. Penelitian juga menggunakan teori kepatuhan dalam menganalisis dan mengevaluasi hambatan dan upaya penyelesaian SP2DK. Hasil analisis menunjukkan SP2DK memang benar efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak, yang dapat dilihat dari rasio penerbitan LHP2DK yang tinggi yaitu 91,78% pada tahun 2023 dan 98,64% pada tahun 2024. Ini menunjukkan kepatuhan pajak memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sistem perpajakan. Dengan meningkatkan tingkat kepatuhan pajak, pemerintah dapat memperoleh pendapatan yang diperlukan untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan. Kata Kunci:
Copyrights © 2026