Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan di sekolah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkelanjutan, mengingat adanya berbagai potensi risiko cedera. Diperlukan sistem promosi kesehatan dan kesiapsiagaan darurat yang terstruktur. Kementerian Kesehatan RI (2022) melaporkan hanya 45% sekolah menengah memiliki program kesiapsiagaan darurat. Studi pendahuluan di SMK Atisa Dipamkara menunjukkan 73% siswa belum pernah mengikuti simulasi kebakaran maupun pelatihan gizi, serta 60% siswa sering melewatkan sarapan, yang berpotensi menurunkan konsentrasi dan daya tahan fisik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Virtual Reality (VR) untuk mendukung kesiapsiagaan kebakaran dan kesiapan fisik siswa. Metode yang digunakan adalah research and development dengan desain deskriptif kualitatif mengacu pada model ADDIE. Hasil menunjukkan bahwa media VR yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. VR memberikan pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan aman, serta mendukung pembelajaran berbasis teknologi dalam promosi kesehatan dan keselamatan di sekolah.
Copyrights © 2026