Ketersediaan dokter merupakan determinan penting dalam kinerja pelayanan kesehatan primer, terutama dalam skema Kapitasi Berbasis Kinerja (PBC) pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketersediaan dokter dan hubungannya dengan indikator kinerja PBC pada 50 Puskesmas di Kabupaten Jember tahun 2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan data sekunder kinerja dan kepegawaian. Rasio dokter terhadap peserta kapitasi dianalisis bersama tiga indikator PBC, yaitu angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik (RRNS), dan rasio peserta penyakit kronis terkendali (RPPT). Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan seluruh Puskesmas memiliki rasio dokter melebihi standar optimal (1:5.000), mengindikasikan kekurangan tenaga dokter. Namun, sebagian besar Puskesmas mencapai kategori aman pada indikator kinerja. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara ketersediaan dokter dengan angka kontak, RRNS, maupun RPPT. Temuan ini menunjukkan ketersediaan dokter tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja jangka pendek, namun tetap penting bagi keberlanjutan mutu pelayanan.
Copyrights © 2026