Inefficiency in household energy consumption is frequently driven by human error in lighting system management. This study aims to analyze the effect of varying light intensity thresholds on electrical energy consumption using the Tinkercad simulation platform. An experimental method with a multi-treatment design was employed, comparing the baseline phase against three threshold variations: 30 lx, 50 lx, and 70 lx. The Tinkercad platform was utilized to simulate environmental variable control in a measurable manner, providing consistent initial data as a representation of system behavior. The energy consumption parameter was measured in Watt-hours (Wh) based on the load's operational duration, recorded via the millis() function on the microcontroller. Statistical analysis using One-Way ANOVA indicated significant differences in energy consumption across all treatment groups (p < 0.05). The research findings conclude that a 50 lx threshold represents the optimal equilibrium point, as it achieves significant energy efficiency while maintaining visual comfort standards in accordance with the SNI 6197:2011 regulation. Keywords: Energy Efficiency; Lighting Automation; Tinkercad; Lx Threshold; SNI 6197:2011. AbstrakKetidakefisienan penggunaan energi pada sektor rumah tangga sering kali dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error) dalam pengelolaan sistem penerangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ambang batas (threshold) intensitas cahaya terhadap konsumsi energi listrik melalui platform simulasi Tinkercad. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Multi treatment yang membandingkan fase baseline terhadap tiga variasi perlakuan threshold: 30 lx, 50 lx, dan 70 lx. Platform Tinkercad digunakan untuk mensimulasikan kontrol variabel lingkungan secara terukur, sehingga diperoleh data awal yang konsisten sebagai representasi perilaku sistem. Parameter konsumsi energi diukur dalam satuan Watt-hour (Wh) berdasarkan durasi operasional beban yang dicatat melalui fungsi millis() pada mikrokontroler. Hasil uji statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada konsumsi energi di antara seluruh kelompok perlakuan (p < 0,05). Temuan penelitian menyimpulkan bahwa ambang batas 50 lx merupakan titik ekuilibrium yang optimal, karena mampu menghasilkan efisiensi energi yang signifikan sekaligus memenuhi standar kenyamanan visual sesuai regulasi SNI 6197:2011.
Copyrights © 2026