Perkembangan teknologi di Indonesia, khususnya di media massa, mengubah pola hidup masyarakat secara signifikan. Film, sebagai subkategori media massa, menjadi wadah penting yang mencerminkan dan membentuk pemahaman sosial budaya, terutama peran gender. Penelitian ini mengkaji representasi gender dalam film Enola Holmes 2 dengan fokus pada peran perempuan. Di era kontemporer, film memiliki dampak besar dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap isu-isu gender. Fenomena kompleksitas representasi gender, terutama dalam film, memotret tantangan terkait stereotip dan ketidaksetaraan. Film Enola Holmes 2 menjadi fokus penelitian, dengan identifikasi masalah pada representasi perempuan dan analisis semiotik. Dalam film ini, karakter Enola Holmes, sebagai agen detektif perempuan, mencerminkan semangat feminisme dan kemandirian. Analisis semiotika Peirce dan teori representasi Stuart Hall digunakan untukmenggali makna simbol dan narasi film. Hasilnya menyoroti peran film sebagai agen perubahan sosial dan cara film dapat merangsang perubahan pandangan masyarakat terhadap isu-isu gender. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam ilmu komunikasi, menawarkan perspektif mendalam tentang representasi perempuan dalam film serta menjelaskan peran film sebagai medium perubahan sosial.
Copyrights © 2024