Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan metode tatap muka (offline) dengan pembelajaran berbasis teknologi (online). Konsep ini berkembang seiring kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis konten dari berbagai literatur untuk mengkaji model, kelebihan, dan tantangan blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning terdiri dari empat model utama: Rotasi, Flex, Self-Blend, dan Enriched-Virtual, masing-masing menawarkan pendekatan berbeda dalam mengintegrasikan teknologi. Keunggulan utama blended learning meliputi fleksibilitas waktu, akses materi yang luas, dan personalisasi pembelajaran, sementara tantangannya meliputi kesiapan infrastruktur dan adaptasi teknologi oleh guru dan siswa. Implementasi blended learning yang sukses memerlukan dukungan institusi, pelatihan teknologi, dan desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z.
Copyrights © 2025