Masa remaja merupakan fase peralihan dari kanak-kanak ke dewasa yang ditandai dengan pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang tinggi. Pada tahap ini, remaja sering mengalami kebingungan yang dapat menyebabkan kenakalan, terutama di lingkungan sekolah. Beberapa bentuk kenakalan remaja meliputi bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, tawuran, mengonsumsi minuman keras, narkotika, dan pergaulan bebas. Masalah ini menjadi tanggung jawab pihak sekolah dalam membimbing dan mendidik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kenakalan remaja di SMP Negeri 3 Jakarta Selatan, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta memahami upaya guru PAI dalam mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja, seperti melanggar tata tertib, pacaran, tawuran, dan bullying, berdampak negatif bagi individu maupun lingkungan sekolah. Faktor utama yang memengaruhi kenakalan siswa adalah lingkungan keluarga, kesadaran diri, keimanan, dan tingkat pendidikan. Dalam hal ini, guru PAI berperan dalam mengatasi kenakalan remaja melalui identifikasi masalah, kerja sama dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta penanaman nilai moral dan etika. Dengan adanya bimbingan yang baik, diharapkan siswa dapat menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab, serta terhindar dari perilaku negatif.
Copyrights © 2025