Latar Belakang: Pada saat ini, kejadian bullying masih banyak dialami remaja. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis anak. Faktor internal yang diduga berhubungan dengan bullying adalah kondisi spiritualitas seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja korban bullying di SMP Islam Al-Irsyad Tawangmangu yang berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan kuesioner Olweus Bully. Uji korelasional menggunakan Kendall’s Tau dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% (nilai α=0,05). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki kecerdasan spiritual dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 31 responden (66,0%) dan sebagian besar responden tidak memiliki perilaku bullying yakni sebanyak 39 anak (82,9%). Remaja yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi akan cenderung untuk tidak memiliki perilaku bullying yaitu sebanyak 31 anak (83 %). Sebaliknya, remaja yang memiliki kecerdasan spiritual rendah akan cenderung memiliki perilaku bullying yakni sebanyak 8 anak (17%). Hasil korelasi Kendall’s tau didapatkan nilai p value = 0,000 (nilai p < 0,05). Nilai koefisien korelasi atau nilai r sebesar 0,673. Kesimpulan: Kesimpulanya adalah terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku bullying pada remaja.
Copyrights © 2024