Latar Belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana, termasuk erupsi gunung merapi yang berisiko tinggi. Pendidikan kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi siswa sekolah dasar di daerah rawan. Salah satu cara efektif adalah melalui edukasi berbasis video animasi yang memudahkan anak-anak memahami cara menghadapi bencana gunung berapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung merapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test–post-test. Populasi terdiri dari 33 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Cangkringan 1, Sleman, dengan teknik Total Sampling. Instrumen berupa kuesioner kesiapsiagaan sebagai data primer. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengukur pengaruh edukasi video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa. Hasil: Didapatkan kesiapsiagaan siswa sebelum intervensi yaitu 9 siswa (27,3%) Sangat Siap, 11 siswa (33,3%) Siap, 6 siswa (18,2%) Hampir Siap, 6 siswa (18,2%) Kurang Siap, dan 1 siswa (3,0%) Belum Siap. Setelah intervensi, 25 siswa (75,8%) berada pada kategori Sangat Siap, 6 siswa (18,2%) pada kategori Siap, 2 siswa (6,1%), dalam kategori hampir siap, 0 siswa (0,0%) pada kategori kurang siap dan 0 siswa (0,0%) dalam kategori belum siap. Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05). Sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak da Ha diterima. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi berbasis video animasi gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Kabupaten Sleman.
Copyrights © 2025