Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya kecelakaan di lapangan maupun dilokasi workshop dengan fokus pada penilaian risiko dan penilaian tingkat risiko. Berdasarkan output observasi dan wawancara ditemukan berbagai potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan kerja, meliputi bahaya fisik, kimia, dan ergonomi. Beberapa contoh bahaya yang teidentifikasi adalah paparan radiasi ultraviolet, inhalasi asap beracun, serta risiko kebakaran. Untuk menganalisis dan mengelola risiko, studi ini menerapkan metode analisis keselamatan kerja Job Safety Analysis (JSA), yang meliputi setiap tahapan pekerjaan, penilaian tingkat risiko dan perumusan tingkat mitigasi yang sesuai. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi risiko berkisar dari tingkat rendah hingga tinggi, sehingga diperlukan tahapan pengendalian yang efektif untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Langkah mitigasi yang direkomendasikan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten, pelatihan keselamatan kerja yang berkelanjutan, serta pengaturan lingkungan kerja yang lebih aman dan ergonomis. Penerapan langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan berkontribusi pada efisiens, sekaligus meminimalkan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini dinginkan dapat berfungsi sebagai acuan. bagi perusahaan lain dalam meningkatkan standar Keselamatan dan Kesehatan) untuk mendukung keselamatan, kesejahteraan, dan produktivitas tenaga pekerja.
Copyrights © 2025