Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proses produksi beton di PT. X dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). JSA merupakan pendekatan sistematis yang dirancang untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya di setiap tahap pekerjaan, sehingga dapat merumuskan langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa insiden kecelakaan kerja, seperti terjepit, tergores, dan luka sobek, sering terjadi dalam lingkungan produksi beton. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan lima potensi bahaya dengan kategori risiko rendah sebesar 0,2%, risiko sedang 0,6%, dan risiko tinggi 0,2%. Aktivitas yang berisiko tinggi, seperti perakitan besi beton dan pemasangan cetakan, menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap keselamatan kerja.Penerapan langkah-langkah pengendalian risiko, termasuk pelatihan keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri (APD), sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini juga menekankan pentingnya melibatkan pekerja dalam proses analisis untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan serta membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dalam organisasi. Dengan menerapkan JSA secara efektif, perusahaan dapat mengurangi insiden kecelakaan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat reputasi di industri konstruksi.
Copyrights © 2025