Konstruksi merupakan pekerjaan yang memiliki potensi risiko. Bahaya bisa berasal seperti lingkungan, perilaku manusia, dan faktor alam. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diprioritaskan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko. PT X adalah perusahaan penyedia air bersih kota Balikpapan, terdapat tugas dalam menjaga ketersediaan peralatan safety guna melindungi pekerja. Penelitian ini menggunakan metode House of risk (HOR) guna manajemen risiko dalam pengelolaan peralatan K3. Observasi dan kuesioner digunakan untuk mengamati dan menilai risiko rantai pasok di gudang peralatan safety PT X. Pada hasil pengamatan, PT X belum menerapkan manajemen risiko, mengakibatkan potensi kerusakan peralatan yang dapat berdampak pada finansial. Metode HOR membantu untuk memberi tindakan mitigasi prioritas seperti menyediakan tempat khusus untuk barang bekas, penggunaan sistem rak agar penyimpanan efektif, pembersihan dan penyortiran barang, optimalisasi tataletak gudang dan penambahan ruang penyimpanan, dan membuat setiap item obat-obatan memiliki label tanggal kedaluwarsa yang mudah terlihat. Dengan penerapan HOR, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, keselamatan kerja, serta kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap kinerja perusahaan.
Copyrights © 2025