Stres kerja memiliki peran penting dalam memengaruhi produktivitas dan keselamatan kerja di lingkungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat beban mental di Divisi Health, Safety, and Environment (HSE) PT XYZ, sebuah perusahaan jasa energi yang beroperasi di Balikpapan. Fokus analisis diarahkan pada faktor-faktor penyebab beban kerja tinggi, antara lain sistem kerja 24 jam, frekuensi lembur yang tinggi, dan fasilitas kerja yang kurang memadai. Metode NASA-TLX digunakan untuk menilai beban mental berdasarkan enam dimensi utama: tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, kinerja, usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori beban mental tinggi hingga sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan tingginya tekanan kerja yang dialami oleh karyawan HSE, yang berpotensi memicu stres, kelelahan, penurunan kinerja, hingga peningkatan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan beban mental yang komprehensif, mencakup perbaikan sistem kerja, pengurangan lembur, peningkatan fasilitas, serta dukungan psikologis, guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Copyrights © 2025