Penataan tata letak fasilitas produksi yang efisien sangat penting untuk meningkatkan kelancaran proses dan produktivitas industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak produksi lem kuning dengan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR). ARC digunakan untuk menganalisis hubungan kedekatan antar aktivitas produksi, sedangkan TCR mengkuantifikasi nilai hubungan tersebut guna memperoleh tata letak yang lebih objektif dan efisien. Data diperoleh melalui observasi langsung dan analisis terhadap urutan proses, area kerja, serta pengelompokan fasilitas. Hasil menunjukkan bahwa area produksi utama seperti Area Premix, Reaktor, dan Filling memiliki keterkaitan tinggi dan perlu diletakkan berdekatan. Tata letak usulan yang berbasis ARC dan TCR mampu meminimalkan jarak perpindahan, meningkatkan efisiensi aliran proses, serta mendukung peningkatan produktivitas secara keseluruhan.
Copyrights © 2025