Analisis Kompetensi Mahasiswa dan Kepemimpinan Inovatif dalam Mendukung Transisi Energi Berkelanjutan Transisi Energi (TE) Berkelanjutan di Indonesia terhambat oleh inkonsistensi kebijakan dan dominasi energi fosil. Keberhasilan TE menuntut perubahan sistemik yang didorong oleh Kepemimpinan Inovatif dan kesiapan Kompetensi Mahasiswa. Kajian ini menganalisis peran sinergis keduanya sebagai katalis percepatan TE. Menggunakan sintesis literatur dan data survei, temuan menunjukkan bahwa Kepemimpinan, khususnya model Transformasional dan Servant Leadership, sangat penting karena terbukti mendorong perilaku inovatif di sektor energi melalui penciptaan Pemberdayaan Psikologis. Di sisi lain, mahasiswa sebagai agen transisi (youth engagement) wajib memiliki kompetensi lintas disiplin (saintek dan sosial humaniora) dan kemampuan technopreneurship untuk mengimplementasikan proyek EBT. Meskipun demikian, keberlanjutan inovasi pemuda terhambat oleh tantangan akses pendanaan yang tidak mudah. Disimpulkan bahwa Kepemimpinan Inovatif harus menciptakan ruang dan kepercayaan bagi generasi muda yang kompeten untuk menerjemahkan ide EBT menjadi aksi nyata. Implikasi utamanya adalah perlunya reformasi kurikulum dan mekanisme pendanaan yang mendukung inovasi kolaboratif untuk mencapai keberlanjutan energi.
Copyrights © 2026