Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional industri energi, termasuk di sektor hulu migas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis persepsi stakeholder internal terhadap program digitalisasi operasional di Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan penyebaran kuesioner kepada berbagai stakeholder internal seperti manajemen, operator lapangan, dan staf teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap inisiatif digitalisasi, khususnya dalam aspek peningkatan produktivitas, kemudahan monitoring, dan transparansi data. Namun demikian, terdapat tantangan seperti keterbatasan pelatihan, resistensi terhadap perubahan, serta kesiapan infrastruktur teknologi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis dalam perumusan kebijakan digitalisasi di sektor hulu migas.
Copyrights © 2026