Pertumbuhan industri fashion dan tekstil mendorong peningkatan volume limbah, salah satunya limbah denim yang berasal dari sisa potongan produksi, produk cacat, dan pakaian tidak terpakai. Limbah ini umumnya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, sehingga menambah beban pencemaran lingkungan. Dalam konteks desain produk, limbah denim memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi material furnitur yang fungsional sekaligus komunikatif terhadap isu keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik limbah denim, menganalisis teknik pengolahan material, serta merumuskan kriteria desain furnitur sarana duduk berbasis limbah denim dalam konteks eksplorasi material desain berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui kajian literatur, telaah studi kasus karya desainer yang memanfaatkan denim, serta analisis visual terhadap teknik pengolahan seperti patchwork, anyaman, press board, dan laminasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi teknik tersebut menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai material furnitur, terutama pada elemen pelapis dan semi-struktural, dengan mempertimbangkan keterbatasan yang masih memerlukan pengujian mekanik lebih lanjut, dengan kekhasan visual berupa tekstur, gradasi warna, dan jejak pemakaian sebelumnya. Penelitian ini merumuskan kriteria desain yang menekankan aspek struktural, ergonomi, keberlanjutan material, dan keberlanjutan emosional sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan prototipe furnitur denim di tahap berikutnya.
Copyrights © 2026