Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik - Juli 2017

THE TRADITIONAL MESSAGES ON RORAEHA MPUU OF MIGRANT MUNA COMMUNITY IN BITUNG CITY NORTH SULAWESI

Hadirman<br> Rukmina Gonibala<br> dan Ardianto (INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MANADO Sekolah Tinggi Pariwisata Manado)



Article Info

Publish Date
12 Jul 2017

Abstract

HadirmanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I ManadoHadirmanhadi@yahoo.co.id Rukmina GonibalaInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I Manadorukminagonibala@iain-manado.ac.id ArdiantoInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) ManadoJln. Dr. S.H. Sarundajang, Kawasan Ringroad I Manadoardianto@iain-manado.ac.id AbstrakPraktik komunikasi berdimesi kebudayaan hadir sebagai simbol identitas dan penanda kolektivitas suatu komunitas dan etnik. Komunitas Muna di Kota Bitung sebagai komunitas perantau, bermigrasi untuk hidup dan menetap tidak serta-merta meninggalkan tradisi dan kebudayaan asal mereka di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Berbagai tradisi daerah asal sebagian masih dipraktikkan di daerah rantau secara tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk penyampaian pesan tradisional pada perayaan roraeaha mpu pada komunitas Muna perantauan di Kota Bitung yang masih dilestarikan. Metode yang digunakan dalam penelian ini berupa metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan tradisional disampaikan melalui bahasa verbal dan non verbal. Penyampaian pesan secara verbal tercermin pada tuturan tradisi kabasano haroa ‘pembacaan kenduri/selamatan’ dan (2) pointaraha lima ‘berjabat tangan’ baik berbahasa Muna maupun berbahasa campur kode (Muna-Melayu Manado). Sementara itu, penyampaian pesan non verbal tercermin kabasano haroa ‘pembacaan kenduri/selamatan’ dan (2) pointaraha lima ‘berjabat tangan’ berupa pesan simbolik,  pesan transedental, pesan proksemik, pesan artifisial, pesan gerak badan, maupun pesan ekspresi wajah.Kata kunci: pesan tradisional, roraeaha mpu, komunitas Muna perantauan Abstract Cultural based communication practic is present as a identity and marker symbol of collectivity a community and etnic. Muna community in Bitung City as a migrant community, migrated for live and stay no more left tradition and cultural from Muna City, Southeast Sulawesi Province. Various local tradition from Muna was a part practiced in oversea city traditionally. The purpose of research is to know form of delivering traditional messages on roraeha mpu at migrant Muna community in Bitung City those still preserved. The used method in research is descriptive-qualitative. Theresult of research showed that traditional messages was delivered through verb and verb language. Message delivering verbally reflectived on speech of tradition kabasano haroa ‘reading of kenduri/selamatan’ and (2) pointraha lima ‘handshake’ in the form of a symbolic messages, transedental message, proksemic message, artificial message, exercise message or face expression message. Keywords: traditional message, roraeha mpu, migrant Muna community 

Copyrights © 2017