Indonesia menghadapi permasalahan pada laju pertumbuhan yang masih tinggi namun kualitas kesehatan masih tergolong rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Penggunaan kontrasepsi pasca salin di Kota Denpasar tahun 2024 masih tergolong rendah, yaitu sebesar 52,64%, dimana target BKKBN yaitu sebesar 70%. Sementara itu, capaian penggunaan kontrasepsi pasca salin di UPTD Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara juga masih rendah yaitu sebesar 54,07%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi pasca salin dan dukungan dari suami yang masih rendah terhadap penggunaan dan pemilihan kontrasepsi pasca salin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 47 ibu nifas di wilayah kerja UPTD Puskesmas I Denpasar Utara. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu dan dukungan suami. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (53,2%), mendapat dukungan suami (53,2%), dan menggunakan kontrasepsi pasca salin (51,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi pasca salin. Layanan kesehatan disarankan untuk meningkatkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai KB pasca salin sejak masa kehamilan dengan melibatkan suami secara aktif.
Copyrights © 2026