Samaraya merupakan usaha kecil menengah yang bergerak di bidang produksi tas ransel dan tas selempang dengan sistem produksi make to stock (MTS). Perusahaan masih menghadapi permasalahan ketidaksesuaian antara kapasitas produksi dan permintaan pasar sehingga beberapa permintaan pelanggan belum dapat dipenuhi secara optimal dan berpotensi menimbulkan lost sales. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi dalam upaya memenuhi permintaan produk serta meminimalkan potensi kerugian perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch time study, peramalan permintaan, penyusunan Jadwal Induk Produksi (JIP), perencanaan agregat, disagregasi produk, dan Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan kapasitas produksi sebesar 35.214 jam masih dapat dipenuhi oleh kapasitas tersedia sebesar 40.320 jam sehingga terdapat sisa kapasitas sebesar 5.106 jam. Hasil RCCP menunjukkan bahwa kapasitas produksi perusahaan mampu memenuhi kebutuhan produksi pada seluruh periode tanpa mengalami bottleneck. Selain itu, penerapan perencanaan kapasitas produksi mampu mengurangi risiko ketidakterpenuhan permintaan dan meminimalkan potensi lost sales sebesar Rp169.520.000,00. Dengan demikian, penerapan metode RCCP dapat membantu perusahaan dalam menentukan kecukupan kapasitas produksi, meningkatkan efektivitas perencanaan produksi, serta mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode mendatang.
Copyrights © 2026