Transformasi digital yang masif pada sektor keuangan global telah mencapai titik krusial di tahun 2026, di mana integrasi antara teknologi blockchain dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi pilar utama dalam infrastruktur perbankan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana sinergi kedua teknologi canggih ini mampu merevolusi efisiensi operasional serta memperkuat sistem keamanan transaksi pada bank digital di Indonesia. Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks, penggunaan smart contracts berbasis blockchain menawarkan transparansi dan integritas data yang tidak dapat diubah, sementara algoritma AI berperan dalam deteksi anomali secara real-time untuk mencegah penipuan (fraud). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix-methods). Data primer dikumpulkan melalui survei terstruktur kepada 150 profesional di industri perbankan dan teknologi finansial (fintech), serta wawancara mendalam dengan ahli keamanan siber. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi AI dan blockchain secara simultan berkontribusi signifikan terhadap pengurangan biaya operasional hingga 40% melalui otomatisasi proses back-office. Selain itu, tingkat kepercayaan nasabah meningkat seiring dengan penurunan insiden kegagalan transaksi dan kebocoran data. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan utama berupa tingginya biaya investasi awal serta kebutuhan akan regulasi yang lebih adaptif dari otoritas moneter. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi literatur manajemen keuangan digital dan menjadi referensi strategis bagi regulator serta praktisi perbankan dalam merumuskan kebijakan transformasi sistem keuangan yang lebih resilien, inklusif, dan aman di masa depan.
Copyrights © 2026