Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return On Asset (ROA) dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di BEI periode 2021–2024. Metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan. Data sekunder laporan keuangan tahunan dikumpulkan dari BEI. Populasi 38 perusahaan healthcare dengan 387 laporan keuangan. Purposive sampling menghasilkan 20 perusahaan sampel (80 observasi selama 4 tahun). Analisis menggunakan regresi data panel EViews 12. Pemilihan model melalui Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier menetapkan Random Effect Model (REM) sebagai model terbaik. Uji asumsi klasik menunjukkan residual normal (Jarque-Bera prob=0,1896) dan bebas multikolinearitas (VIF<10). Hasil uji t parsial (α=5%): ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (t-hitung -0,3673 < t-tabel 1,991; prob=0,7144>0,05). EPS juga tidak berpengaruh signifikan (t-hitung -1,4627 < 1,991; prob=0,1476>0,05). Secara individual, koefisien ROA -0,9568 dan EPS -6,5088, namun keduanya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia periode pasca pandemi lebih responsif terhadap faktor non-keuangan. Koefisien determinasi R-squared 0,0447 menunjukkan ROA dan EPS hanya mampu menjelaskan 4,47% variasi harga saham. Sisanya 95,53% dipengaruhi faktor lain seperti rasio keuangan, makroekonomi, dan sentimen pasar. Kesimpulan: secara parsial ROA maupun EPS tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan healthcare BEI periode 2021–2024. Implikasinya, investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan kedua rasio tersebut dalam keputusan investasi saham.
Copyrights © 2026