Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada ibu multipara yang telah memiliki pengalaman persalinan sebelumnya. Produksi ASI yang tidak lancar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi psikologis ibu, kelelahan pascapersalinan, kurangnya stimulasi hormon, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dinilai efektif untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin. Pijat ini dilakukan pada area tulang belakang hingga skapula guna merangsang pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara berdasarkan hasil literature review dari berbagai penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan systematic review dengan pendekatan PRISMA terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya peningkatan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin, baik ditinjau dari volume ASI, frekuensi menyusui, maupun tanda kecukupan ASI pada bayi. Selain itu, pijat oksitosin juga membantu ibu merasa lebih rileks dan nyaman selama masa menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu multipara serta dapat dijadikan intervensi pendukung dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan pijat oksitosin secara rutin oleh tenaga kesehatan maupun anggota keluarga diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan program ASI eksklusif, memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, serta menurunkan risiko penghentian menyusui dini. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknik pijat oksitosin perlu diberikan secara berkelanjutan pada masa antenatal dan postnatal bagi ibu.
Copyrights © 2026