Keterbatasan pemanfaatan bahan baku lokal serta rendahnya tingkat inovasi produk menjadi kendala utama dalam pengembangan UMKM di Negeri Titawaai. Padahal, potensi sumber daya alam seperti pala, cengkeh, dan kelapa sangat melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan sosialisasi inovasi produk berbasis bahan baku lokal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta implikasinya terhadap peningkatan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Pattimura melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan produk olahan berupa selai pala sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya inovasi produk. Sebelum sosialisasi, masyarakat cenderung menjual bahan mentah tanpa nilai tambah. Setelah mengikuti sosialisasi dan praktik langsung, peserta mampu mengolah pala menjadi selai, memahami teknik pengemasan sederhana, serta memiliki motivasi untuk memulai atau mengembangkan usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang disertai praktik langsung memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Implikasi ekonominya terlihat dari tumbuhnya kesadaran wirausaha, potensi peningkatan pendapatan rumah tangga, serta terbukanya peluang pemasaran produk lokal. Dengan demikian, pendekatan partisipatif seperti ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026