JACTS
Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026

PUSAT PAMERAN SENI BUDAYA POPULER DAN CREATIVE HUB DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK

Daffa Muhammad Jauzza (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta)
Eny Krisnawati (Universitas Tunas Pembangunan Surakarta)



Article Info

Publish Date
26 May 2026

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan di Indonesia, dengan kekayaan tradisi yang berpadu dengan dinamika perkembangan zaman. Perkembangan budaya populer (pop culture) yang mencakup musik, film, komik, fashion, dan media digital telah menciptakan kebutuhan akan ruang khusus yang mampu mengakomodasi ekspresi kreatif generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, sebagian besar museum dan pameran di Yogyakarta masih berfokus pada seni rupa klasik dan budaya tradisional, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi budaya populer. Penelitian ini mengkaji urgensi dan potensi pembangunan Pusat Pameran Seni Budaya Populer dan Creative Hub di Yogyakarta, yang dirancang sebagai ruang kolaboratif, edukatif, dan kreatif bagi seniman, komunitas, pelajar, dan pelaku industri kreatif. Melalui pendekatan desain biofilik, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas pengguna, sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal dalam bingkai globalisasi. Pusat ini akan menyediakan ruang pamer, area pertunjukan, fasilitas kerja bersama, dan program pendukung seperti pelatihan, lokakarya, serta wadah pemasaran karya seni. Hasil perancangan diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem seni dan budaya di Yogyakarta, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi kreatif, menciptakan peluang kerja, dan menjembatani kesenjangan antara budaya tradisional dan budaya populer.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JACTS

Publisher

Subject

Religion Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JACTS berfokus kepada bidang arsitektur, kebudayaan, dan pariwisata. Arsitektur sebagai wadah manusia dalam beraktivitas, menciptakan ruang (space and place) dalam pengelolaan dan penataan lingkungan binaan (environment) dipengaruhi oleh budaya (peradaban) manusia. Arsitektur juga sering menjadi ...