Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai pusat pendidikan, budaya, dan kreativitas di Indonesia dengan ekosistem UMKM dan startup yang terus berkembang. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM DIY (2023), terdapat lebih dari 250.000 unit UMKM aktif yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, komunitas startup di bidang teknologi, pendidikan, kuliner, dan industri kreatif juga mengalami pertumbuhan pesat, terutama dari generasi muda yang berorientasi pada inovasi. Namun, perkembangan ini belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas fisik yang memadai. Keterbatasan akses pembiayaan, minimnya co-working space, kurangnya laboratorium riset, serta belum terintegrasinya ruang rekreatif menjadi hambatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan merancang Jogja Technopark sebagai pusat inovasi UMKM dan startup dengan mengintegrasikan konsep rekreatif dan pendekatan Green Architecture. Konsep rekreatif dihadirkan untuk mendorong interaksi, kreativitas, dan relaksasi, sedangkan Green Architecture diterapkan untuk menciptakan desain yang hemat energi dan berkelanjutan. Diharapkan, Jogja Technopark dapat menjadi model kawasan inovasi yang produktif, ramah lingkungan, dan dapat direplikasi di daerah lain.
Copyrights © 2026