Penataan Kawasan Kota Lama Pasar Gede di Surakarta dihadapkan pada isu rumit terkait lingkungan, kemudahan akses, serta konservasi warisan budaya. Kajian ini menyoroti upaya optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH), perbaikan drainase, dan penanganan sampah pada Koridor Kali Pepe yang berperan krusial menyambungkan pusat niaga bersejarah dengan alur sungai kota. Metode penelitian melibatkan pemetaan spasial berbasis GIS, observasi lapangan kolaboratif bersama warga, serta penilaian kebijakan RPJMD Surakarta periode 2021-2026. Hasil utama menunjukkan genangan air musiman meliputi 70% wilayah akibat drainase rusak, penanganan sampah yang terfragmentasi memicu polusi Kali Pepe, dan cakupan RTH baru 12% dari standar minimal, yang mempersulit akses pejalan kaki serta menggerus esensi heritage arsitektur kolonial. Rekomendasi mencakup pengembangan RTH bertingkat dan memanjang di koridor (dengan target kenaikan 25%), pemulihan drainase bio-retensi yang selaras heritage, plus mekanisme pengelolaan sampah komunal berteknologi IoT. Secara keseluruhan, kajian menyimpulkan bahwa strategi terpadu di Koridor Kali Pepe mampu memperkuat ketahanan ekologis, aksesibilitas ramah semua pihak, dan kelestarian heritage, sejalan dengan cita-cita Surakarta sebagai kota warisan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026