Rumah bantuan pascabencana umumnya dirancang sebagai hunian standar yang memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal dalam waktu singkat. Namun, dalam jangka panjang, rumah tersebut sering mengalami perubahan spasial sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika territory dan personal space pada rumah bantuan pascagempa di kawasan Tembi, Yogyakarta, melalui analisis perubahan denah rumah dari kondisi awal hingga kondisi saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap penghuni, dokumentasi, serta rekonstruksi denah berdasarkan tahapan renovasi. Sampel penelitian terdiri atas tujuh rumah bantuan di RT 4 dan RT 8 yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan longitudinal spasial untuk memahami hubungan antara transformasi ruang dan perilaku penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rumah berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh kebutuhan domestik, fungsi sosial, serta budaya lokal. Penambahan teras, ruang tamu, dan dapur menjadi pola perubahan dominan yang mencerminkan pembentukan zona publik, semi publik, dan privat. Sementara itu, ruang tidur menunjukkan kebutuhan personal space yang berkaitan dengan privasi penghuni. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah bantuan berkembang menjadi hunian adaptif yang merepresentasikan kebutuhan sosial dan perilaku penghuni.
Copyrights © 2026