JACTS
Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026

KAJIAN KONSEP PERANCANGAN FASHION SPACE DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR

Titis Aprilia Cahyani (Universitas PGRI Yogyakarta)
Lukas Bimo Pramono (Universitas PGRI Yogyakarta)
Aldrin Febriansyah (Universitas PGRI Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
26 May 2026

Abstract

Perkembangan industri fashion di Yogyakarta menunjukkan potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Namun, keterbatasan fasilitas yang mampu mewadahi promosi, edukasi, dan kolaborasi pelaku fashion menyebabkan perkembangan fashion lokal belum optimal. Penelitian ini bertujuan merancang Fashion Space di Yogyakarta dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular yang mampu mendukung aktivitas kreatif sekaligus menerapkan prinsip desain hemat energi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif melalui studi literatur, observasi tapak, analisis iklim, analisis aktivitas pengguna, dan penerapan prinsip Neo Vernakular pada desain bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi hemat energi diterapkan melalui orientasi bangunan yang merespons matahari dan arah angin, penggunaan secondary skin, pencahayaan alami, ventilasi silang, vegetasi peneduh, serta pemanfaatan material lokal yang adaptif terhadap iklim tropis. Pendekatan tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap pencahayaan dan penghawaan buatan sekaligus menciptakan kenyamanan termal bagi pengguna. Selain menjadi pusat fashion kreatif, bangunan juga merepresentasikan identitas budaya lokal melalui reinterpretasi elemen arsitektur tradisional secara kontemporer. Dengan demikian, Fashion Space diharapkan menjadi ruang kreatif yang berkelanjutan, hemat energi, dan mendukung perkembangan ekosistem fashion di Yogyakarta.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JACTS

Publisher

Subject

Religion Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JACTS berfokus kepada bidang arsitektur, kebudayaan, dan pariwisata. Arsitektur sebagai wadah manusia dalam beraktivitas, menciptakan ruang (space and place) dalam pengelolaan dan penataan lingkungan binaan (environment) dipengaruhi oleh budaya (peradaban) manusia. Arsitektur juga sering menjadi ...