JACTS
Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026

PERANCANGAN RESORT BINTANG 4 DI KAWASAN PEGUNUNGAN MENOREH KULON PROGO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK

Yanu Dwi Aviyanto (Universitas PGRI Yogyakarta)
Eka Widyaningsih (Universitas PGRI Yogyakarta)
Aldrin Febriansyah (Universitas PGRI Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
26 May 2026

Abstract

Perkembangan pariwisata di kawasan Pegunungan Menoreh meningkat seiring pembangunan Jalur Bedah Menoreh dan konektivitas menuju Yogyakarta International Airport. Namun, ketersediaan akomodasi berstandar tinggi di kawasan tersebut masih terbatas sehingga durasi tinggal wisatawan relatif singkat. Penelitian ini bertujuan merancang resort bintang empat dengan pendekatan arsitektur biofilik yang mampu menghadirkan pengalaman relaksasi sekaligus menerapkan prinsip desain hemat energi. Metode yang digunakan berupa pendekatan deduktif melalui studi literatur, observasi tapak, analisis iklim, analisis aktivitas pengguna, serta penerapan prinsip biofilik dan desain pasif pada bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi hemat energi diterapkan melalui orientasi massa bangunan mengikuti kontur dan arah angin, penggunaan ventilasi silang, pencahayaan alami, skylight, roof garden, vegetasi peneduh, serta material alami lokal seperti kayu dan batu alam. Pendekatan biofilik juga diterapkan melalui integrasi lanskap alami, ruang semi terbuka, dan visual panorama Pegunungan Menoreh untuk meningkatkan kenyamanan termal dan psikologis pengguna. Penerapan strategi tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan sekaligus menciptakan resort yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JACTS

Publisher

Subject

Religion Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JACTS berfokus kepada bidang arsitektur, kebudayaan, dan pariwisata. Arsitektur sebagai wadah manusia dalam beraktivitas, menciptakan ruang (space and place) dalam pengelolaan dan penataan lingkungan binaan (environment) dipengaruhi oleh budaya (peradaban) manusia. Arsitektur juga sering menjadi ...