Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum baru yang diterapkan oleh pemerintah dengan sistem pembelajaran intrakurikuler, mengoptimalkan konten agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum ini sebagai salah satu bentuk solusi terjadinya learning loss atau ketertinggalan pembelajaran dalam Pendidikan di Indonesia saat ini, akibat adanya pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan kurikulum merdeka belajar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori Solichin Abdul Wahab bahwa parameter atau tolok ukur efektivitas pada suatu program dapat diukur dengan persamaan = ℎð‘Žð‘ ð‘–ð‘™ð‘¡ð‘¢ð‘—ð‘¢ð‘Žð‘›. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka belajar saat ini dilaksanakan dengan optimal dan sedang berlangsung, meski dalam pelaksanaannya membutuhkan penyesuaian dari berbagai pihak, baik dari tenaga pengajar, sarana dan prasarana pendukung serta siswa itu sendiri. Kurikulum merdeka belajar juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dilihat dari nilai akademik yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun penilaian dengan sistem kurikulum merdeka belajar memiliki efek positif dan negatif, dampak positifnya adalah tidak adanya tekanan pada siswa dan guru untuk mencapai nilai kelulusan sesuai konten yang telah ditetapkan, sedangkan dampak negatifnya membuat siswa enggan untuk berkompetisi. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka Belajar; Efektivitas; Prestasi Siswa.
Copyrights © 2023