Kurikulum pendidikan Islam di Indonesia terus mengalami transformasi seiring dengan dinamika globalisasi dan tuntutan pengembangan karakter peserta didik sejak usia dini. Dalam konteks ini, pendekatan humanistik menjadi penting karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sejarah pendidikan Islam sebagai landasan konseptual dalam transformasi kurikulum yang lebih humanistik, serta mengkaji bagaimana literasi statistik dapat digunakan untuk memperkuat evaluasi efektivitas pendidikan Islam pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan pendidik dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik berkontribusi terhadap penguatan karakter dan perkembangan sosial-emosional peserta didik, sementara perspektif sejarah pendidikan Islam memberikan legitimasi konseptual yang memperkuat integrasi nilai dalam pembelajaran. Selain itu, literasi statistik berperan dalam mendukung evaluasi pembelajaran secara lebih objektif dan berbasis data. Integrasi ketiga pendekatan tersebut menghasilkan model pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kurikulum pendidikan Islam perlu diarahkan pada pendekatan yang holistik dan evidence-based, dengan dukungan sistemik serta kolaborasi multipihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026