Journal of International Relations Diponegoro
Vol 10, No 2 (2025)

MAKING THE WORLD MORE FEMINIST?: FEMINIST FOREIGN POLICY DALAM MASKULINITAS KEBIJAKAN KEAMANAN NASIONAL KANADA TAHUN 2017-2022

Maharindra Damaringtyas Tunggarani (Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia)
Reni Windiani (Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia)
Dewi Setiyaningsih (Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2025

Abstract

Feminist Foreign Policy (FFP) sebagai sistem kebijakan luar negeri yang memprioritaskan perempuan mulai populer diadopsi oleh beberapa negara, salah satunya Kanada. Sebagai bentuk komitmen terhadap FFP, sejak tahun 2017 Kanada telah menjalankan sejumlah kebijakan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan wanita dan kesetaraan gender global. Namun, di satu sisi Kanada masih tetap mengeluarkan kebijakan yang tidak sejalan dengan tujuan dan prinsip FFP, salah satunya dalam aspek keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara kebijakan keamanan Kanada pada tahun 2017-2022 dengan tujuan dan nilai-nilai Feminis dalam FFP Kanada. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengolah data primer dan sekunder. Alat analisis dari penelitian ini adalah Konsep Feminist in International Relation oleh J. Ann. Tickner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi antara kebijakan-kebijakan keamanan Kanada dengan nilai dan prinsip Feminis dalam FFP. Inkonsistensi ini dibuktikan dengan kebijakan berupa penguatan aspek militer pada strategi pertahanan dan keamanan, aliansi yang masih kuat dengan NATO, serta ekspor alutsista ke negara-negara yang melakukan intervensi dan/atau agresi militer ke negara lain, yang tidak sejalan dengan prinsip dan nilai FFP. Inkonsistensi tersebut merupakan hasil dari logika berpikir Realisme yang berbenturan dengan Feminisme, namun sudah terlanjur mengakar terlalu kuat dalam sistem internasional sehingga sulit untuk dieliminasi sepenuhnya.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jihi

Publisher

Subject

Description

Journal of International Relations Diponegoro publishes articles on contemporary transnational crimes from a variety of methodologies and approaches. The journal was originally established to encourage scholarly publications by students from International Relations, Faculty of Social and Political ...