Tradition is not something new and foreign among Javanese people, especially rural areas. Its existence is inherent and becomes an inseparable part in various aspects of life. This research is a descriptive qualitative analytical research. Data collection through observation, interviews and documentation. Data processing using triangulation by combining various data collection techniques and existing data sources to obtain valid conclusions. The data analysis used is an interactive data analysis technique, namely reducing various data so that it can be presented in order to obtain conclusions. This research aims to describe the practice of sticky rice belt 'nyabuki' in the Pati community and explain the instillation of family educational values contained therein. The research results show that the sticky rice belt 'nyabuki' tradition is a unique tradition that has been practiced by the people of Sitirejo Village during the Year of the Widower for generations. The 'nyabuki' procession is carried out by a woman by attaching a 'belt' made from gemblong/jadah made from sticky rice to her brother's waist with the hope that this year his brother will always be protected by Allah SWT, receive all goodness and avoid all evil. This 'nyabuki' traditional practice instills family educational values that are very important for each member, namely: love, mutual help, patience, and praying for each other's goodness. This tradition is a reminder of the importance of maintaining cultural values in society.AbstrakTradisi bukanlah sesuatu yang baru dan asing di kalangan masyarakat jawa, khususnya daerah pedesaan. Keberadaannya sudah melekat dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai sendi kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif analitis. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Pengolahan melalui triangulasi dengan menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada untuk mendapatkan kesimpulan yang valid. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif yakni mereduksi berbagai data untuk dapat disajikan agar memperoleh kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan praktik ‘nyabuki’ sabuk ketan di masyarakat Pati serta menjelaskan penanaman nilai-nilai pendidikan keluarga yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan tradisi ‘nyabuki’ sabuk ketan merupakan tradisi unik yang dipraktikkan oleh masyarakat Desa Sitirejo pada saat Tahun Duda secara turun-temurun. Prosesi ‘nyabuki’ dilakukan oleh seorang perempuan dengan menyematkan ‘sabuk’ yang terbuat dari gemblong/jadah berbahan baku ketan ke pinggang saudara lelakinya dengan mengharap semoga di tahun ini saudara lelakinya senantiasa dilindungi Allah SWT, mendapatkan segala kebaikan dan terhindar dari segala keburukan. Praktik tradisi ‘nyabuki’ ini menanamkan nilai-nilai pendidikan keluarga yang fundamental bagi setiap anggotanya yakni: kasih sayang, tolong menolong, kesabaran, dan saling mendoakan dalam kebaikan. Tradisi ini mejadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam masyarakat.
Copyrights © 2024