Perkembangan pertanian hijau (green agriculture) telah menjadi strategi global yang krusial dalam merespons tantangan ketahanan pangan, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim. Strategi manajemen pertanian ramah lingkungan ini mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti agroekologi, pertanian presisi, daur ulang biomassa, dan pengelolaan hama terpadu untuk menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan tangguh. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa adopsi praktik pertanian hijau secara signifikan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, kesehatan tanah, dan efisiensi penggunaan sumber daya seperti air dan pupuk, sekaligus mengurangi jejak karbon sektor pertanian (Pretty, 2018; FAO, 2022). Meskipun demikian, implementasinya dalam skala global menghadapi kendala seperti biaya transisi awal, kebutuhan kapasitas teknis, dan kebijakan yang kurang mendukung. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multipihak, insentif kebijakan yang tepat, serta inovasi teknologi yang terjangkau merupakan elemen kunci untuk mempercepat transisi menuju sistem pertanian global yang produktif dan berkelanjutan, seperti yang diwujudkan dalam kerangka kerja Integrated Landscape Management (Scherr et al., 2021).
Copyrights © 2025