Jurnal Perlindungan Masyarakat Bestuur Praesidium
Vol. 2 No. 2 (2025): September 2025

Peran Pemerintah Daerah Dalam Diplomasi Pariwisata Internasional Melalui Event Bau Nyale

Lalu Yusril Jaera Almawan (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
Syaefullah (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)
Abdul Rahman (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2025

Abstract

Penelitian ini membahas Festival Bau Nyale sebagai instrumen diplomasi budaya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dalam mempromosikan pariwisata internasional. Festival Bau Nyale yang berasal dari tradisi masyarakat Sasak dan legenda Putri Mandalika telah berkembang menjadi festival budaya yang memiliki daya tarik wisata global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi budaya yang digunakan pemerintah daerah dalam memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat internasional serta kontribusinya terhadap pembentukan citra pariwisata Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah memanfaatkan promosi pariwisata berbasis budaya, pengemasan festival dalam bentuk pertunjukan budaya dan experiential tourism, serta pendekatan storynomics tourism melalui narasi Putri Mandalika sebagai strategi diplomasi budaya. Festival Bau Nyale tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata budaya berbasis tradisi lokal di tingkat internasional. Kata kunci: diplomasi budaya, pariwisata, Festival Bau Nyale, storynomics tourism, Lombok. Abstract This study examines the Bau Nyale Festival as an instrument of cultural diplomacy employed by the Central Lombok Regency Government to promote international tourism. Originating from Sasak traditions and the legend of Princess Mandalika, the Bau Nyale Festival has evolved into a cultural festival with global tourist appeal. This study aims to analyze the cultural diplomacy strategies used by the local government to introduce local culture to the international community, as well as their contribution to shaping Lombok’s tourism image. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques involving literature review and documentation. Data analysis is conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, utilizing source triangulation to ensure data validity. The results indicate that the local government employs culture-based tourism promotion, the packaging of festivals as cultural performances and experiential tourism, and a storynomics tourism approach through the narrative of Putri Mandalika as cultural diplomacy strategies. The Bau Nyale Festival not only contributes to increased tourist visits and regional economic growth but also strengthens Lombok’s image as a cultural tourism destination rooted in local traditions on the international stage

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jpa

Publisher

Subject

Description

Jurnal Perlindungan Masyarakat Bestuur Praesidium is a national journal published by the IPDN Kampus NTB since 2024 with E-ISSN : 3064-1756. This journal publishes articles on research results and literature review in the field of Governance. Jurnal Perlindungan Masyarakat Bestuur Praesidium is ...